Event Report : 24 Hours Coding Nokia Asha with Depok Mobi

Oleh : Ikhlas Risandy

Pada tanggal 25 dan 26 february kemarin, tepatnya di Wisma Makara UI,Depok.
Merupakan ajang Berkumpulnya puluhan para ksatria pengembang aplikasi di Depok, Jawa Barat. Acara yang diselenggarakan oleh Nokia Indonesia dan Komunitas Depok Mobi ini mengundang para Developer Mobile untuk memacu adrenalin selama 24 jam untuk menciptakan aplikasi. Aplikasi yang diciptakan ditujukan untuk platform nokia s40.

Setiap Peserta atau Tim yang ikut event ini akan diberikan Handphone Nokia Asha 300 dan Nokia Asha 303.
Acara ini sungguh menarik, dikarenakan kita harus bersaing dengan setidaknya ada 80 peserta. Peserta yang hadir pun tidak semerta – merta berasal dari depok, tapi ternyata ada juga yang dari Malang, Jogjakarta dan semarang. Mereka pun ikut memeriahkan acara ini dengan membuat aplikasi game. Oh iya, biasanya acara developer terdiri dari para pria, tapi di event ini ternyata ada beberapa tim yang terdiri dari wanita (akhirnya ga cuman cowok melulu yang diliat.😀 )

Sebut saja tim dari Malang yang terdiri dari Nokia Ambassador dan membuat sebuah game tentang gayus dan nazzarudin. game yang dihasilkan dalam 24 jam ini cukup unik, untuk game gayus, kita diharuskan menebak gayus ketika gayus sedang menonton tennis.
nah selain tim dari Malang, ada juga dari Tim Teknojurnal studio, mereka membuat 2 aplikasi yang pertama adalah cost timer, aplikasi ini ditujukan untuk anak – anak kosan yang sedang ingin memasak sesuatu, contohnya adalah memanggang roti, kita tinggal memilih menu memanggang roti lalu timer akan berjalan, jika waktunya sudah habis maka akan ada alarm yang berbunyi disertai dengan tampilan animasi yang menarik.
Aplikasi yang kedua adalah aplikasi na9a, aplikasi ini digunakan untuk melihat konten dari situ humor na9a.

lalu ada juga dari tim fasilkom UI yang membuat sebuah game physic puzzle dimana kita harus menyusun object sampai seimbang.
ada juga yang membuat game seperti snake tapi dikemas dengan tambahan puzzle, ada juga game bergenre memory. dan beberapa lainnya. Jika dilihat dari event kemarin, memang terlihat cukup banyak yang membuat game, seperti dari tim Choco Art yang membuat game penalty dimana kita bermain sebagai pemain sepak bola dan harus menendang bola ke gawang. Tapi bukan berarti tidak ada yang membuat aplikasi, beberapa peserta seperti dari Teguh Kurniawan Harmanda membuat aplikasi Dzkir, ada juga yang membuat jadwal kereta dan lain – lain.

nah lalu aplikasi apa yang dibuat Studio Independent

Studio Independent sendiri memilih untuk membuat sebuah game simple yang dinamai Pak-Pok. Game ini cukup simple, kita cukup memilih foto dari gallery ataupun memfoto langsung dari kamera. setelah itu kita pilih mukanya, lalu akan tercipta sebuah avatar yang merupakan muka orang tersebut, avatar ini bisa kita kostumisasi dengan mengganti rambut – rambutnya.

nah seperti apa tampilannya? mari kita lihat dibawah ini.

Menu Screen

Lalu setelah kita memilih foto atau memfoto kita akan masuk ke menu avatar

Menu Avatar

Jika sudah memilih, saatnya kita memukul avatar tersebut hingga babak belur.

Tampilan di dalam game

Nah bisa kita lihat avatar tersebut sudah babak belur, cukup simple memang, dikarenakan game ini memang sekedar game fun. Flownya pun sederhana.

Setelah 24 jam berlalu tiap tim diharuskan mempresentasikan aplikasi yang telah dibuat. Aplikasi – aplikasi yang telah selesai diberikan jangka waktu selama 3 minggu untuk mensubmit ke Nokia ovi store. Target yang ingin dicapai dari event ini adalah kita bisa melampaui aplikasi – aplikasi yang dibuat oleh negara lain dan menjadi tuan rumah di negara sendiri.

Suasana 24 Hours

Suasana 24 Hours

Comments are closed.