Tetris Game Klasik yang Tak Ada Matinya

Oleh: Ikhlas Risandy

Tetris? Kira – kira siapa yang belum pernah memainkan Tetris? Mungkin hampir semua gamer mengetahui game ini. Baik dari casual gamer ataupun Hardcore gamer pasti pernah memainkan game ini. Mungkin kebanyakan dari kita mengetahuinya dari game watch. Lalu seperti apa sejarah Tetris.

Sejarah awal Tetris

Tetris dibuat oleh Alexey Pajitnov pada tahun 1984 di sebuah alat bernama Elektronika 60 ketika Alexey Pajitnov bekerja di Soviet Academy of Sciences. Alexey membuat Tetris di Pusat Komputer bersama  Dmitry Pavlovsky dan Vadim Gerasimov, yang akhirnya di port ke komputer IBM (IBM PC).  Darimana nama Tetris berasal?
Tetris berasal dari kombinasi antara “Tetromino” dan “Tenis”. Tetromino merupakan sebuah bentuk geometris yang terdiri dari empat kotak, terhubung ortogonal, seperti kartu domino dan pentomino yang merupakan jenis tertentu polyomino. Para polycube sesuai, disebut tetracube, adalah bentuk geometris terdiri dari empat kubus terhubung ortogonal.
Sebuah penggunaan populer tetrominos adalah dalam video game Tetris, di mana mereka sering disebut Tetriminos.

Dimulai dari sana Tetris semakin tinggi popularitasnya dan semakin menyebar ke seluruh bagian Moscow. Ketenaran Tetris ini sampai juga ke Hungaria yang akhirnya diport ke berbagai macam platform dan akhirnya di sadari oleh British software house yang bernama Andromeda, Mereka mencoba untuk menghubungi Pajitnov untuk mengamankan hak cipta untuk versi PC. Tapi sayangnya sebelum disepakati, Pajitnov telah menjual terlebih dahulu kepada Spectrum Holobyte, karena gagal akhirnya Andromeda membeli license kepada Programmer Hungaria.

Pada tahun 1989, setengah lusin perusahaan yang berbeda mengklaim hak untuk membuat dan mendistribusikan Tetris untuk komputer rumah, konsol game, dan sistem genggam.
Nintendo merilis Tetris untuk NES dan Gameboy yang dikembangkan oleh Bullet-proof software.

Variasi
Seiring dengan perkembangannya jaman, Tetris pun mengalami perkembangan dengan adanya beberapa variasi. Seperti pada gameplaynya, ketika kita berhasil menghancurkan balok yang paling bawah, maka biasanya balok yang diatas akan turun kebawah, dan jika bloknya sudah penuh maka akan hancur lagi. Sebetulnya ini adalah bentuk perkembangan dari gameplay tetris.

Jika kita perhatikan gambar diatas, akan terlihat Algoritma tetris yang asli, yang mana jika blok dibawah berhasil hancur, blok yang diatasnya akan mengambang, tapi dengan perkembangan algoritma yang baru, blok yang diatasnya akan ikut jatuh kebawah.
Selain itu beberapa variasi dilakukan juga di Mode game, sebagai contohnya ada mode Classic marathon, Sprint, Ultra, Square, dan cascade.

Area permainan Tetris pun juga mengalami perkembangan, hampir biasanya 10 kolom dan 20 baris. Tetapi beberapa yang dirilis untuk sistem genggam dengan layar yang lebih kecil memiliki area yang lebih kecil juga, contohnya ada yang 8 kolom dan 12 baris dan ada juga 10×8.

Fitur Terbaru
Beberapa fitur terbaru pun dikembangkan agar permainan Tetris menjadi lebih menarik, contohnya adalah Tetris DS, Tetris DS mempunyai fitur bermain online dengan menggunakan koneksi Nintendo WI-FI, bahkan fitur “Touch Mode” yang ada di DS memberikan kelebihan, contohnya adalah kita dapat menggerakan blok Tetris dengan menggunakan Stylus di Nintentdo DS. Bahkan fitur seperti menembakan laser pun ditambahkan di gameplay Tetris.

Efek Terhadap otak.
Nah yang uniknya adalah, bahwa dengan memainkan game Tetris, akan memberikan dampak kepada otak, lalu dampak seperti apa? Menurut penelitian Dr.Richard Haier, dengan memainkan Tetris dapat memberikan aktivitas otak lebih efisian saat bermain. Pada Saat pertama bermain, Fungsi otak dan aktivitas meningkat, bersamaan dengan konsumsi energi yang lebih besar diukur dengan tingkat metabolisme glukosa. Hasilnya pemain Tetris menjadi lebih mahir, otak mereka menunjukkan pengurangan konsumsi glukosa, menunjukkan aktivitas otak yang lebih efisien. Bahkan bermain Tetris (setengah jam-sehari selama tiga bulan). Dapat meningkatkan fungsi umum kognitif seperti “kritis berpikir, penalaran, bahasa dan pengolahan “dan meningkatkan ketebalan cerebral cortex.

Kesimpulan
Tetris menjadi game sepanjang masa yang memang tak ada matinya. Sampai sekarang pun Tetris tetap ada, dan ada di berbagai macam platform dengan berbagai variasinya. Hal ini bisa menjadi panutan kepada game developer bagaimana bisa membuat game yang tidak ada matinya dan selalu ada seperti Tetris ini. Selain itu jelas bahwa tidak selalu bermain game memberikan dampak negatif, buktinya jelas dengan memainkan game Tetris ini memberikan dampak yang positif terhadap pemain. Nah itu merupakan tugas kita sebagai game developer dalam membuat game,agar bisa memberikan dampak yang positif terhadap pemain.