Angry Birds, don’t ever mess with the birds.. ^_^

Oleh: Krishna.W

Hi all.. Kali ini gw mau membahas tentang game Angry Birds. Kalian sudah pernah dengar kan game Angry Birds yang menjadi fenomena sejak tahun 2010 kemarin. Gw sempat menyinggung sedikit tentang game Angry Birds ini di postingan gw sebelumnya tentang sejarah game Pong. Di situ, gw menyebut tentang munculnya game-game kloningan Angry Birds yang hanya mengubah tampilan visual gamenya saja tanpa adanya inovasi lain yang signifikan. Hal ini membuat gw bertanya-tanya.. Apa sih yang membuat Angry Birds menjadi game yang begitu fenomenal, sampai bisa jadi game yang laris dan di-porting ke banyak platform? Sampai akhirnya muncul game-game kloningan Angry Birds? Gw akan mencoba membahas tentang itu di postingan gw kali ini.

Sejarah awal Angry Birds

Angry Birds adalah game dengan genre puzzle buatan Rovio Mobile, perusahaan game dari Finlandia. Dalam game ini, pemain memainkan sekelompok burung yang dilemparkan dengan ketapel untuk menghancurkan babi yang berlindung di balik struktur bangunan.
Eh..? Burung versus babi..? Dari karakter yang digunakan dalam gamenya saja, gw sudah cukup tergelitik. Karena jarang gw lihat ada perseteruan burung versus babi.. ^_^

Munculnya ide karakter burung ini adalah ketika seorang game designer senior di Rovio, bernama Jakko Iisalo yang membuat screenshot sekelompok burung tanpa sayap dan kaki yang terlihat sedang marah. Gambar tersebut ternyata disukai oleh para staff yang bekerja di Rovio. Mereka kemudian memutuskan untuk membuat game yang didasarkan pada karakter burung pemarah tersebut. Pada saat mengembangkan konsep gamenya, mereka menyadari kalau dalam gamenya dibutuhkan karakter yang akan menjadi musuh para burung pemarah. Dan ketika itu, sedang banyak pemberitaan tentang wabah flu babi maka mereka pun memutuskan untuk menjadikan babi sebagai karakter musuh bagi para burung pemarah. Well, akhirnya jadilah karakter yang muncul dalam game ini adalah sekelompok burung warna-warni yang pemarah versus sekelompok babi yang berwarna hijau. Alasan kenapa burung-burung tersebut menyerang kelompok babi adalah karena kelompok babi telah mencuri telur milik kelompok burung.
(Btw.. Kenapa babinya berwarna hijau ya..? ^_^)

Gameplay

Angry Birds menggunakan game mechanic yang serupa dengan game Crush the Castle. Kalau di dalam game tersebut pemain menggunakan Trebuchet untuk menghancurkan kastil musuh, di dalam game Angry Birds pemain menggunakan ketapel. Meskipun memiliki game mechanic yang mirip, tetapi Angry Birds berhasil menciptakan tema game yang fresh dan dapat memikat perhatian pemainnya. Elemen physics yang digunakan dalam game Angry Birds ini ditunjang dengan tampilan grafis bergaya kartun yang lucu. Seperti karakter burung yang berwarna-warni, babi yang berwarna hijau, dan latar belakang pemandangan alam ala kartun yang cerah.
Burung-burung dalam game Angry Birds ini memiliki warna dan jenis serangan yang berbeda-beda. Misalnya burung berwarna biru akan berpencar menjadi tiga ketika dilemparkan. Lalu ada burung berwarna hitam yang meledak. Ada pula burung berwarna putih yang menjatuhkan bom telur. Variasi-variasi jenis serangan ini menambah nilai fun bagi pemain dalam usahanya untuk menyelesaikan tantangan-tantangan dalam game yang tingkat kesulitannya semakin meningkat di tiap levelnya.
Selain tampilan grafis yang memikat, Angry Birds juga disemarakkan oleh sound fx yang lucu sehingga menambah suasana fun pada saat bermain. Misalnya suara celotehan sang burung ketika dilemparkan dari ketapel. Lalu suara si babi ketika tertimpa struktur bangunan. Kemudian suara tertawa si babi yang seakan mengejek pemain ketika gagal menyelesaikan permainan.
Gabungan unsur-unsur tersebut membuat Angry Birds menjadi satu paket game casual yang menyenangkan untuk dimainkan dan mampu menciptakan perasaan adiktif bagi si pemain.

Kesimpulan

Well.. Setelah mencoba memainkan game Angry Birds, gw bisa mengerti kenapa game Angry Birds ini bisa menjadi sangat diminati oleh banyak orang. Gabungan elemen-elemen dalam gamenya, seperti grafis yang menarik, sound fx yang lucu, gameplay yang simple tapi cukup menantang dan nilai replayability-nya yang tinggi membuat game Angry Birds menjadi game casual yang lengkap dan menyenangkan untuk dimainkan kapan saja.
Ini jadi bahan pelajaran untuk gw, mulai dari sumber ide kreatif yang ternyata bisa diperoleh dari sekitar kita (contoh: dari berita tentang flu babi, bisa jadi ide untuk karakter musuh dalam game). Kemudian, menciptakan tema baru yang fresh untuk “membungkus” game mechanic yang sudah ada sebelumnya sehingga bisa menghasilkan suatu game baru yang menarik.

Waah.. Lumayan panjang juga ya pembahasan gw.. ^_^
Sebetulnya masih banyak yang bisa digali dan dipelajari dari game Angry Birds ini. Tapi untuk saat ini gw cukupkan sampai disini saja.
Have fun playing game for you all.. See you in another post.. ^_^

* Oiya, waktu gw menulis post ini gw sempat melihat video tentang Angry Birds di Youtube yang judulnya Angry Birds Peace of Treaty.. Mungkinkah kelompok burung bisa berdamai dengan kelompok babi..? ^_^

Posted with WordPress for BlackBerry.