Let’s Make your own games (Part 2)

Yak,artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnnya (bisa dilihat disini) kalau di artikel sebelumnya masih membahas secara umum, sekarang akan membahas sedikit lebih spesifik.

Nah sekarang langsung aja kita bahas, yaitu elemen – elemen yang ada di dalam game development.

  1. Desain Game. Nah ini dia elemen yang paling terpenting dalam Game development, tanpa konsep yang matang dari sebuah desain game, sudah bisa dipastikan  game yang dihasilkan pasti tidak akan maksimal. Karena disini lah sebuah nyawa game berada,dimana desain suatu game ini yang akan diimplementasikan kedepannya. Mungkin secara sederhana desain game bisa dibayangkan sebagai suatu proses dari apa yang akan dimunculkan dalam game itu sendiri dan gameplay dari game itu sendiri.
  2. Get The Idea.Mau membuat game yang bagus dan asik dimainkan, nah gimana cara bisa mendapatkan ide seperti itu? sebetulnya ide itu bisa didapat dari mana saja dan kapan saja. Saat sedang dijalan, saat ngobrol dengan teman, saat menonton film, mendengarkan music, bermain games atau apa saja.Adakalanya lebih baik kita bekerja dalam tim ketika sedang membuat ide game, karena proses ini lebih baik dan lebih cepat membuahkan sebuah ide game yang lebih baik hasilnya.
  3. Dokumentasikan Ide. Nah setelah dapet ide game, langkah selanjutnya adalah dokumentasikan ide game anda, biasanya dalam dunia game disebut Game design document. Dokumen ini akan menjadi panduan anda selama membuat game, sehingga gameplay dan segala macam yang sudah kita tulis bisa kita implementasikan, tanpa keluar dari jalur. coba bayangkan jika anda tidak mencatat ide game anda,lalu anda langsung membuat game tanpa dokumentasi,maka kemungkinan besar game anda akan tidak konsisten atau berubah – ubah konsepnya. Nah kira – kira apa saja yang harus ditulis di dalam dokumentasi.
    1. Keterangan Game (Garis Besar).
    2. Story Game.
    3. Style Game dan Genre Game.
    4. Deskripsi dari masing – masing character.
    5. Deskripsi Gameplay.
    6. List software atau hardware yang digunakan.
  4. Prototipe, Nah biasanya setelah semua di dokumentasikan dengan baik dan untuk mengetahui gameplay dari game yang kita buat,para pembuat game developer akan membuat sebuah prototipe, dengan prototipe ini seorang game developer akan mengetahui apakah gamenya cukup menarik atau tidak.Prototipe biasanya hanya berisi 1 level demo atau hanya mencakup sebagian dari fitur – fitur game yang utama, dengan begitu jika ada yang kurang dari game itu bisa terus diperbaiki sampai semuanya fix.
  5. Alpha Testing dan Beta Testing. Jika game anda sudah selesai dikembangkan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan Testing Game. lalu disini apa bedanya Alpha dan Beta Testing? saat anda selesai membuat game, game anda akan di test oleh seluruh anggota tim anda pertama kali sebelum diluncurkan, itu adalah Alpha testing. Saat Alpha testing selesai dilakukan, maka saatnya meluncurkan ke publik, nah disinilah disebut sebagai Beta testing. Dengan beta testing ini kita akan mengetahui pendapat dari sisi user, dengan begitu jika ada kekurangan di game kita,maka game kita bisa segera diperbaiki agar sesuai dengan requirement dari user.

Ok, diatas  tadi beberapa penjelasan mengenai game development, mudah – mudahan saja artikel diatas berguna.

selamat mencoba.